Proses Persiapan Mapping Proyektor

Bogor Elite | Coba Sahabat tengok gedung atau bangunan penting tempat diselenggarakannya sebuah acara perayaan penting yang tengah Sahabat tonton atau hadiri! Apakah Sahabat mengamati adanya tren tayangan visual grafis atau video yang menyulap tampilan eksterior bangunan tersebut dalam sekejap? Nah, itulah yang selama ini disebut-sebut orang sebagai video mapping, yang saat ini sudah banyak ditemukan di berbagai titik lokasi penting di penjuru Indonesia.

Untuk Sahabat yang belum tahu, video mapping merupakan sebuah teknologi yang dimanfaatkan untuk memproyeksikan atau menayangkan sebuah gambar bergerak pada sebuah objek. Tujuan utama dari teknologi ini adalah agar objek yang diproyeksikan dapat terlihat seolah seperti sebuah objek yang berbeda. Keunikan dan hasilnya yang spektakuler pastinya bisa menarik perhatian dengan begitu mudahnya.

Lantas, seperti apa ya proses persiapan dan pembuatan video mapping? Untuk Sahabat yang penasaran, simak ulasannya berikut ini!

Persiapan Awal Pembuatan Video Mapping yang Diperlukan

Berbeda dengan penggunaan proyektor pada umumnya yang biasa ditemukan di ruang rapat atau kelas, proyektor khusus dibutuhkan untuk penerapan ini. Sebab, seperti yang sudah disinggung tadi, video yang dibuat akan diproyeksikan pada sebuah objek, bukannya sekadar permukaan rata seperti ketika Sahabat melakukan presentasi.

Karena itulah, proyektor yang digunakan bukan sembarang proyektor, namun proyektor khusus yang punya kekuatan 10.000 lumens untuk menembakkan cahaya ke objek tertentu – dalam video mapping, objek yang dimaksud tersebut merupakan eksterior bangunan. Di samping itu, masih ada berbagai aspek teknis yang juga wajib diperhatikan. Contohnya kedalaman benda, dimensi, serta seberapa lebar eksterior bangunan yang akan dijadikan media untuk menayangkan video yang telah dipersiapkan.


Mapping Video

Berbicara soal bangunan, detailnya juga memainkan peran penting agar video yang diproyeksikan bisa memberikan efek optimal seperti yang diinginkan. Adanya bentuk atau karakteristik khusus lainnya dari sebuah bangunan perlu disulap jadi center of point bagi video yang “ditembakkan” dengan proyektor. Dengan begitu, efek maksimal dan menakjubkan yang dihasilkan pun mampu memukau para penonton. Karena inilah Sahabat perlu melakukan riset bangunan yang akan dijadikan media penayangan video dengan cermat.

Proses Produksi dengan Software Khusus

Begitu Sahabat sudah memperoleh detail-detail tentang bangunan yang jadi lokasi video mapping, gunakan data tersebut untuk diolah menggunakan software atau perangkat lunak khusus. Program apapun yang Sahabat pilih pada dasarnya akan membantu Sahabat dalam memberi gambaran 3D objek yang menjadi lokasi penayangan video tersebut.

Sahabat pun bisa mengatur berbagai gambar yang akan diproyeksikan nantinya. Dengan begitu, Sahabat tidak perlu kerepotan dan buang waktu karena berpindah-pindah software dalam proses produksi video. Dalam proses pembuatan video, ketelitian dan kecermatan yang tinggi adalah sebuah keharusan demi memperoleh hasil yang sesuai harapan. Biasanya, video mapping dibuat demi menciptakan beragam efek seru, seperti ilusi optik agar permukaan bangunan yang disulap menjadi “layar” untuk menayangkan video tersebut jadi terlihat seolah-olah “hidup”.

Video Mapping di Penjuru Dunia

Sebenarnya, teknologi ini bukanlah teknologi yang sepenuhnya baru. Jika ditelusuri ke belakang alias ke masa lalu, video mapping sudah bisa dijumpai di berbagai negara di dunia. Misalnya Disneyland, yang sudah menjajal untuk memproyeksikan gambar di atas permukaan sebuah objek 3D sejak 1969. Teknik yang mereka gunakan adalah teknik yang masih kasar jika dilihat sekarang, tapi sudah sangat efektif demi menimbulkan kesan menyeramkan yang lebih membekas untuk wahana rumah hantu mereka.

Setelah itu, para seniman di luar negeri lantas mulai bereksperimen dengan teknik dan teknologi ini sejak tahun 1980an, seperti para seniman di Amerika Serikat (AS). Bahkan, di AS sendiri, penerapan video mapping sudah sangat umum ditemukan di berbagai acara besar yang diselenggarakan di sana, termasuk acara untuk memperingati hari libur nasional.

Berpindah ke Eropa, popularitas teknik khusus ini juga tak kalah dibandingkan Negeri Paman Sam. Bahkan, video mapping telah mengikuti kompetisi di Romania, yang diikuti oleh para seniman berbakat. Kompetisi yang berjudul Motionlab tersebut rajin memamerkan produk kreativitas para desainer dan seniman yang pastinya mampu memukau masyarakat. Saat ini, Motionlab masih dikenal sebagai salah satu kompetisi khusus video mapping yang terbesar di dunia!

Tag ,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *