Bagaimana Cara Memilih Proyektor yang Baik?

Dalam menentukan proyektor seperti apa yang akan kita pilih, kita harus mengetahui kebutuhan seperti apa yang kita inginkan dari sebuah proyektor. Karena, pada dasarnya setiap proyektor memiliki spesifikasi yang berbeda-beda antara satu merk dengan merk lainnya, antara satu jenis dengan jenis lainnya, dan antara satu ukuran dengan ukuran yang lainnya. Sehingga, kita harus jeli dalam mengklasifikasikannya kedalam beberapa kelompok pilihan.

Tentunya untuk memilih proyektor mana yang akan kita gunakan sangatlah sulit, terlebih bagi anda yang awam terhadap spesifikasi antara proyektor. Belum lagi, semakin berkembangnya zaman, semakin pesat pula perkembangan teknologi meningkat. Hal ini juga berlaku kepada proyektor, perkembangan zaman ini membawa perusahaan-perusahaan pembuat proyektor semakin memperluas jenis dan pilihannya. Sehingga semakin membingungkan kita dalam menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

Jenis Proyektor yang Ada dipasaran Saat ini


Setidaknya ada 4 jenis proyektor yang banyak dijual dipasaran. Kita mengenal LCos, DLP, LCD, dan LED Projector. Namun, yang banyak dicari oleh para pengguna adalah DLP, LCD, dan LED Projector. Ketiga jenis tersebut merupakan keluaran terbaru setelah LCos. Yang mana, masing-masing jenis proyektor memiliki keunggulan dan spesifikasi yang berbeda-beda. Selain itu, dari ketiga jenis tersebut, masing-masing memiliki kelebihan khusus yang tidak dimiliki oleh proyektor jenis lainnya.

Proyektor DLP merupakan suatu jenis media proyeksi yang cara kerjanya berbasis chip. Sedangkan proyektor LCD merupakan jenis proyektor yang menggunakan lampu sebagai sumber cahaya utamanya, serta cermin sebagai sistem cara kerjanya. Terakhir, proyektor LED merupakan jenis proyektor yang menggunakan kristal cair dan tanpa berbasis lampu.

Cara Memilih Proyektor Sesuai Kebutuhan


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih proyektor mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kita. Namun, perlu diketahui bahwa pemahaman akan spesifikasi juga diperlukan agar pemilihan jauh lebih akurat dan tepat sasaran. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan sebelum mengambil keputusan dalam pemilihan proyektor :

1. Tentukan tipe teknologi proyektor : DLP, LCD atau LCoS?

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan memilih tipe atau jenis proyektor mana yang akan paling sesuai dengan kebutuhan. Selain kebutuhan, faktor biaya juga perlu menjadi bahan pertimbangan. Sesuaikan pembelian dengan budget anda. Ada 3 jenis proyektor seperti yang telah dijabarkan diatas, yakni DLP (Digital Light Processing), LCD (Liquid Crystal

Displays), dan LCoS (Liquid Crystal on Silicone). Tiap proyektor tentu memiliki perbedaan, berikut penjelasannya :

  • DLP (Digital Light Processing)

Teknologi proyektor yang menggunakan jutaan kaca – kaca kecil untuk memproyeksikan gambar. Gambar yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, akurasi warna dan kontras yang tinggi dan penggunaan daya yang rendah. Sehingga DLP sangat cocok digunakan untuk home theater. Kelebihan yang dimiliki DLP projector adalah terletak pada rasio kontrasnya. Kontras proyektor ini bahkan melebihi teknologi LCD yang mana tampilan gambar terlihat lebih nyata dan jelas. Inilah mengapa DLP projector banyak digunakan untuk industri perfilman (seperti nobar).

  • LCD (Liquid Crystal Displays)

Teknologi proyektor LCD memiliki tingkat kecerahan yang lebih tinggi dibandingkan DLP, serta resolusi dan aspek rasio yang tinggi. Sehingga proyektor LCD menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan dalam presentasi di kantor, sekolah, kampus dan lain sebagainya. 

  • LCoS (Liquid Crystal on Silicone)

Teknologi proyektor LCoS perpaduan antara DLP dan LCD. Jenis ini mampu memproyeksikan gambar dengan sangat terang dan memberikan gambar yang tajam seperti proyektor LCD, dan juga memberikan akurasi warna dan kontras yang tinggi seperti proyektor DLP.

2. Tentukan akan digunakan untuk apa dan dimana

Setelah mengetahui teknologi proyektor yang akan dipilih. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Proyektor yang akan digunakan ini untuk apa serta dimana tempatnya. Jika untuk keperluan home theater tentu pilihlah proyektor DLP. Sedangkan jika untuk keperluan kantor, sekolah, kampus menggunakan proyektor LCD. Dan tidak lupa untuk memahami keadaan ruangan tempat yang akan dipasangi proyektor. Sebab setiap proyektor memiliki kemampuan yang berbeda – beda. Dari sini, kamu juga bisa menentukan berapa kisaran brightness (lumens), contrast ratio, aspect ratio, maximum compressed resolution dan lain sebagainya disesuaikan dengan kebutuhan tempat.

3. Tentukan ukuran proyektor

Setelah memilih jenis proyektor apa yang digunakan serta keperluan tempat dan untuk acara apa sudah ditentukan. Maka pilihlah ukuran proyektor sesuai dengan acara yang digunakan. Jika dalam perjalanan bisnis yang digunakan untuk presentasi tentu pilihlah proyektor mini yang kecil dan ringan. Tetapi jika digunakan dalam rangkaian acara yang besar atau konser maka kamu membutuhkan proyektor besar yang mampu memproyeksikan gambar dengan jelas. Dan tak lupa untuk mempertimbangkan faktor – faktor lain seperti ketahanan lampu, kecerahan, konektivitas dan berbagai fitur lain yang dibutuhkan.

Tag ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *